Minggu, 08 September 2013

Pembelajaran tentang internet bagi penyuluh

Tulisan ini sengaja ditulis dan untuk di dikelompokkan dalam satu kelompok materi tentang pengetahuan internet yang harapannya akan bisa membantu rekan-rekan penyuluh khususnya rekan penyuluh BPPK Kecamatan Grabag untuk acuan dalam mengelola blog BPPK Kecamatan Grabag ini.
Dalam Rakor tentang internet dan pembuatan blog, setelah mendengar dan menanggapi pertanyaan-pertanyaan rekan-rekan penyuluh akhirnya kami dari tim pengelola blog BPPK Kecamatan Grabag menyadari dan menyimpulkan bahwa kita memang membutuhkan pengetahuan sebagai pendukung untuk mengelola blog ini. Namun untuk yang pertama ini kita akan belajar tentang apa itu internet dan manfaatnya bagi dunia pertanian.


Kita semua sudah tahu bahwa sarana produksi pertanian yang sering kita kenal selama ini adalah lahan, modal, tenaga kerja dan teknologi. Semua itu akan tersinergi dalam satu sistem proses pertanian dengan tujuan bermuara pada produksi dan pasar. Setelah semua sampai pada pasar inilah yang sering menjadi kendala bagi petani karena pada kenyataanya sebagai produsen produk hasil pertanian, petani tidak mampu untuk melakukan nilai tawar yang bisa memberikan peningkatan profit bagi petani. Hal itu dikarenakan ada salah satu sarana produksi yang sering dilupakan yaitu informasi.
Informasi sangat menentukan keberhasilan usaha petani misalnya apakah usahanya akan berhasil atau tidak, menguntungkan atau tidak dan sebagainya. Informasi berapa kebutuhan dan ketersediaan pasar terhadap komoditas tertentu akan menentukan berapa jumlah komoditas tersebut harus diproduksi oleh petani agar usaha tersebut dapat menguntungkan.Kemajuan teknologi dewasa ini membawa kita kepada dunia global termasuk dibidang informasi. Globalisasi informasi dewasa sudah mencakup perluasan arus informasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang mendorong perluasan cakrawala informasi dan wawasan manusia.Dalam arti yang lebih luas globalisasi ini merupakan suatu transformasi sosial budaya dengan lingkup global.
Dalam kaitan dengan globalisasi ini benak kita akan langsung teringat dengan kata  internet. Dengan internet hanya dalam hitungan detik kita dapat menerima pesan yang dikirim dari jarak ribuan kilometer dan sebaliknya. Kehadiran teknologi ini tentunya suka tidak suka, siap tidak siap, kita harus menghadapinya.
Untuk menghadapinya tidak ada jalan lain kita harus mempelajarinya. Disamping menawarkan jasa informasi, teknologi ini mampu menawarkan lapangan pekerjaan bagi orang yang menekuninya.
E-mail dan Website adalah aplikasi yang paling banyak dipakai di internet. E-mail dimanfaatkan untuk berkirim surat secara elektronik dengan cara mengetik surat dikomputer yang kemudian dikirim tujuan yang juga terhubung dengan internet. Sedangkan Website adalah aplikasi yang menyerupai sebuah tempat/rumah dimana didalamnya ditawarkan segala macam informasi baik yang dapat diambil secara gratis maupun harus bayar. Apakah internet ini juga akan berpengaruh pada dunia pertanian? Jawabanya ya,karena kalau tidak maka dunia pertanian kita akan ketinggalan.
Nah berdasarkan hal tersebut mari kita mencoba memberikan sebuah wacana baru bagi para petani dan kelompok komunitas petani yang kita bina melalui keberadaan blog ini supaya mereka juga mulai mepersiapkan diri meningkatkan kapasitasnya menghadapinya era globalisasi ini.










Bagi Petani/Kelompok yang ingin memperkenalkan/mempromosikan produk hasil pertaniannya di sini silakan klik di sini


BPPK Kecamatan Grabag

Alamat Kantor :

Jl. Telaga Bleder Km.2 Grabag, Magelang, Jawa Tengah

ADMIN BLOG

Contact person:

081392321084

081393134838

081903986548


http://bppgrabag.blogspot.com/




Jumat, 06 September 2013

Kegiatan SL PTT Padi Di Desa Ngasinan Tahun 2013

Kegiatan SL PTT Padi Di Desa Ngasinan Tahun 2013




Mewujudkan swasembada beras menjadi keharusan karena swasembada adalah yang menjadi pilar kedaulatan pangan. Berdaulat pangan tidak hanya berarti bahwa setiap saat pangan tersedia dalam jumlah yang cukup, mutu yang layak, aman dikonsumsi, dan harga yang terjangkau oleh masyarakat. Namun, lebih jauh dari itu berdaulat pangan juga berarti memiliki kemandirian dalam memproduksi pangan untuk memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri serta meningkatnya taraf hidup dan kualitas hidup petani pangan sebagai penghasil. Untuk mendukung produksi beras nasional dalam rangka memenuhi target surplus beras nasional tahun 2014 sebanyak 10 juta ton, maka diadakan program Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SLPTT) padi. 
Mewujudkan swasembada beras menjadi keharusan karena swasembada adalah yang menjadi pilar kedaulatan pangan. Berdaulat pangan tidak hanya berarti bahwa setiap saat pangan tersedia dalam jumlah yang cukup, mutu yang layak, aman dikonsumsi, dan harga yang terjangkau oleh masyarakat. Namun, lebih jauh dari itu berdaulat pangan juga berarti memiliki kemandirian dalam memproduksi pangan untuk memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri serta meningkatnya taraf hidup dan kualitas hidup petani pangan sebagai penghasil. Untuk mendukung produksi beras nasional dalam rangka memenuhi target surplus beras nasional tahun 2014 sebanyak 10 juta ton, maka diadakan program Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SLPTT) padi.



Desa Ngasinan merupakan salah satu Desa Penyangga produksi beras di Kecamatan Grabag. Oleh karena program SL PTT Padi salah satunya ditempatkan di beberapa Kelopok Tani di Desa Ngasinan. Harapanya agar warga masyarakat Desa Ngasinan dapat lebih baik dalam pembudidayaan tanaman padinya sehingga hasil panennya dapat lebih meningkat.




Pada tahun 2012, kegiatan SL PTT petani dikenalkan varietas unggul baru berupa Inpari-13. Keunggulan dari varietas ini selain produksinya tinggi juga rasanya enak dan lebih tahan hama wereng, kresek dan umur tanam lebih pendek serta bulir padinya tahan rontok.





Dengan sistem SL PTT padi dengan cara tanam jajar legowo, dari hasil ubinan didapatkan panen 9,8 ton/Ha, jumlah tersebut meningkat 1 ton/Ha dari sistem tanam biasa.










Bagi Petani/Kelompok yang ingin memperkenalkan/mempromosikan produk hasil pertaniannya di sini silakan klik di sini


BPPK Kecamatan Grabag

Alamat Kantor :

Jl. Telaga Bleder Km.2 Grabag, Magelang, Jawa Tengah

ADMIN BLOG

Contact person:

081392321084

081393134838

081903986548


http://bppgrabag.blogspot.com/




Kegiatan Kebun Bibit Rakyat (KBR) Desa Cokro Kecamatan Grabag




Kebutuhan akan bibit tanaman dewasa ini sangat meningkat seiring dengan program penghijauan. Kegiatan penghijuan sangat penting manfaatnya untuk menambah paru-paru dunia dimana polusi udara saat ini sudah bisa dikatakan melebihi ambang batas terutama di daerah perkotaan. Selain itu penanaman pohon juga bertujuan untuk menyelamatkan mata air di daerah pedesaan. Mata air di daerah pedesaan merupakan pensuplai air bersih di daerah perkotaan seperti kota magelang dimana sumber airnya berasal dari wilayah Kecamatan Grabag.

Seperti halnya kegiatan KBR dai Desa Cokro salah satu tujuan pentingnya yaitu untuk menyelamatkan mata air yang banyak terdapat di Desa Cokro. Melalui kegiatan ini disamping menyediakan bibit untuk masyarakat juga untuk memberikan pendidikan kepada masyarakat tentang arti pentingnya menanam pohon demi anak cucu kita, demikian disampaekan Bp Sundoyo selaku Penyuluh Kehutanan BPPK Kecamatan Grabag.





Di Desa Cokro kegiatan KBR dilaksanakan oleh Kelompok Tani Rukun Tani yang diketuai oleh Bp Muh Umar dan Sekretaris Sarofah dan beranggotakan 25 orang. Kelompok ini melaksanakan pertemuan rutin tiap hari Jumat Legi. Menurut Ibu Umiyati selaku penyuluh pendamping desa Cokro, kelompok tani ini aktif kegiatanya.





















Bagi Petani/Kelompok yang ingin memperkenalkan/mempromosikan produk hasil pertaniannya di sini silakan klik di sini


BPPK Kecamatan Grabag

Alamat Kantor :

Jl. Telaga Bleder Km.2 Grabag, Magelang, Jawa Tengah

ADMIN BLOG

Contact person:

081392321084

081393134838

081903986548


http://bppgrabag.blogspot.com/




Program PUMPB di Desa Lebak


PROGRAM PENGEMBANGAN USAHA MINA PEDESAAN BUDIDAYA (PUMPB)
DESA LEBAK KECAMATAN GRABAG 2013



  Sejalan dengan kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan yang menghendaki Indonesia menjadi produsen produk perikanan terbesar pada tahun 2015, maka Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya mencanangkan program peningkatan produksi dari 4,7 Juta Ton pada tahun 2009 menjadi 16,8 Juta Ton pada tahun 2014 atau meningkat 353 % selama lima tahun.
Kemudian sesuai dengan misi Kelautan dan Perikanan yang ingin mensejahterakan masyarakatnya khususnya pembudidaya ikan, maka pada tahun 2011 dicanangkan kegiatan
Pengembangan Usaha Mina Perdesaan (PUMP) Perikanan Budidaya. Kegiatan ini dilaksanakan karena dilatarbelakangi bahwa kondisi sosial ekonomi masyarakat pembudidaya ikan masih tergolong miskin.

 Pengentasan kemiskinan di wilayah pesisir dan sentra-sentra perikanan merupakan salah satu fokus dalam pelaksanaan pembangunan Kelautan dan Perikanan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tahun 2009 jumlah penduduk miskin tercatat 32,53 juta jiwa. Sebagian besar dari jumlah tersebut adalah masyarakat kelautan dan perikanan. Kemiskinan merupakan masalah pokok nasional yang penanggulangannya tidak dapat ditunda dan harus menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan pembangunan kesejahteraan sosial.

Pembangunan ekonomi nasional berbasis kelautan dan perikanan secara langsung maupun tidak langsung dilaksanakan untuk percepatan pengentasan kemiskinan.  Permasalahan mendasar adalah kualitas masyarakat kelautan dan perikanan yang masih rendah yang menyebabkan kemiskinan adalah kurangnya akses permodalan, pasar dan teknologi, perlindungan sosial tidak memiliki aset sebagai modal aktif serta lemahnya kelembagaan pembudidaya ikan.
Upaya pengentasan kemiskinan di sektor kelautan dan perikanan selanjutnya direncanakan dilakukan melalui pelaksanaan kegiatan Pengembangan Usaha Mina Perdesaan (PUMP) Perikanan Budidaya Tahun 2011 dalam rangka pengentasan kemiskinan melalui peningkatan produksi dan produktivitas usaha perikanan skala mikro.


PNPM Mandiri KP merupakan upaya kegiatan pemberdayaan diantaranya melalui fasilitasi bantuan pengembangan usaha bagi pembudidaya ikan dalam wadah Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan). Pokdakan merupakan kelembagaan masyarakat kelautan dan perikanan pelaksana PUMP-PB untuk penyaluran bantuan modal usaha bagi anggota. Untuk mencapai hasil yang maksimal dalam pelaksanaan PUMP-PB, Pokdakan didampingi oleh Tenaga Pendamping (Penyuluh atau PPTK) serta peningkatan ketrampilan. Melalui pelaksanaan PUMP-PB diharapkan Pokdakan dapat menjadi kelembagaan ekonomi yang dimiliki dan dikelolapembudidaya ikan.
Untuk mencapai tujuan PUMP-PB, yaitu medorong peningkatan produksi, menumbuhkan wirausaha dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat kelautan dan perikanan di perdesaan, PUMP-PB dilaksanakan secara terintegrasi dengan kegiatan KKP maupun Kementerian/Lembaga lain di bawah payung program PNPM Mandiri. Disamping itu, program PUMP-PB diupayakan juga dapat mendukung kegiatan pembangunan kawasan minapolitan khususnya minapolitan perikanan budidaya.
Dengan demikian kegiatan PUMP-PB diharapkan akan memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian target produksi perikanan budidaya serta peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat pembudidaya ikan pada tahun 2011 dan tahun-tahun berikutnya.

Kegiatan PUMPB di Desa Lebak dilaksanakan oleh Pokdakan Sumber Makmur yang diketuai oleh Bp. Hadi Susanto yang beranggotakan 10 orang. Dari total 10 kolam lele yang dibudidayakan, didapatkan panen sebanyak 2,9 Ton ikan dengan harga jual Rp. 12.000/kg dengan lama waktu pemeliharaan selama 50 hari.
Tujuan Pengembangan Usaha Mina Perdesaan (PUMP) Perikanan Budidaya adalah :
1.      Mendorong upaya peningkatan produksi, nilai tambah komoditas dan tumbuhnya wirausaha baru dibidang perikanan budidaya.
2.      Untuk meningkatkan kemampuan, pendapatan dan kesejahteraan masyarakat pembudidaya ikan secara berkelanjutan melalui pengembangan wirausaha dibidang perikanan budidaya.
3.      Meningkatkan fungsi kelembagaan kelompok pembudidaya ikan yang kuat serta membangun jejaring atau mitra lembaga keuangan dalam akses permodalan usaha perikanan budidaya.
 Sasaran Pengembangan Usaha Mina Perdesaan (PUMP) Perikanan Budidaya adalah :
1.      Berkembangnya kelompok usaha perikanan budidaya yang mapan, kuat dan mandiri.
2.      Terjangkaunya 300 kabupaten/kota di 33 propinsi sebagi kawasan potensial pengembangan perikanan budidaya.
3.      Tumbuhnya wirausaha baru dibidang perikanan budidaya.
 Indikator keberhasilan output antara lain:
1.      Tersalurkannya anggaran APBN melalui Satker Direktorat Usaha Perikanan Budidaya untuk BLM kepada kelompok pembudidaya ikan di 300 kabupaten/kota di 33 propinsi.
2.      Kontribusi peningkatan produksi dari PUMP-PB terhadap total target produksi perikanan budidaya.
3.      Terlaksananya fasilitasi penguatan kapasitas dan kelembagaan Pokdakan melalui sosialisasi, pelatihan dan pendampingan.
4.      Termanfaatkannya BLM untuk mengembangkan usaha budidaya ikan di perdesaan.
 Sedangkan indikator outcome antara lain :
1.      Peningkatan pendapatan dan kesejahteraan serta penumbuhan wirausaha baru perikanan budidaya di perdesaan.
2.      Tumbuhnya kegiatan ekonomi masyarakat, menyerap tenaga kerja sekitar 20.000 pembudiaya ikan, mengurangi kemiskinan dan meningkatnya ketahanan pangan di perdesaan.

3.      Bertambahnya masyarakat menjadi pelaku usaha pembudidayaan ikan dan usaha ekonomi ikutan lainnya.

__________________

Sumber : PUMPKKP











Bagi Petani/Kelompok yang ingin memperkenalkan/mempromosikan produk hasil pertaniannya di sini silakan klik di sini


BPPK Kecamatan Grabag

Alamat Kantor :

Jl. Telaga Bleder Km.2 Grabag, Magelang, Jawa Tengah

ADMIN BLOG

Contact person:

081392321084

http://bppgrabag.blogspot.com/
081392321084




Jiwa Korsa Penyuluh

Sebagai penyuluh BPPK Kecamatan Grabag, kita sering mendengar istilah "jiwa korsa" dari senior kita Bapak Nurhadi Abas dan itu selalu kita dengar setiap kita mengadakan rakor rutin intern penyuluh di BPPK. Sebagai salah satu senior penyuluh pertanian di BPPK Kecamatan Grabag beliau selalu menekankan untuk kita selalu memupuk jiwa korsa dalam diri kita untuk mencapai kebersamaan dan kekompakan di ruang lingkup kerja BPPK Kecamatan Grabag.  Mungkin bagi kita masih ada yang bertanya-tanya apa itu jiwa korsa? Nah dalam ruang penyuluh kali ini Admin akan sedikit berbagi tentang apa dan bagaimana itu "jiwa korsa".



JIWA KORSA MENUMBUHKAN KESADARAN KEBERSAMAAN
Rapl Linton dalam bukunya (THE STUDY OF MAN) mengatakan bahwa L’ESPRIT DE CORPS adalah THE DEVELOPMENT OF CONSIOUNESS, AFEELING OF UNITY. Jiwa korsa adalah semangat keakraban dalam korps atau corps geest. Jiwa korsa adalah kesadaran korps, perasaan kesatuan, perasaan kekitaan, suatu kecintaan terhadap perhimpunan atau organisasi. Tetapi kebanggaan itu secara wajar, tidak berlebihan, tidak membabi buta.
Sedangkan Staplekamps jr. Le luit derat dalam tulisan berjudul corps geest (demilitaire spectator, 1952) mengemukakan bahwa pengertian jiwa korsa terdiri dari faktor – faktor :
  • Rasa hormat, rasa hormat pribadi dan rasa hormat pada organisasi/korps.
  • Setia. setia kepada sumpah, janji dan tradisi kesatuan serta kawan – kawan satu korps.
  • Kesadaran. Terutama kesadaran bersama, bangga untuk menjadi anggota korps.
JIWA KORSA TIDAK MEMENTINGKAN DIRI SENDIRI DAN SIAP BERKORBAN UNTUK KEPENTINGAN YANG LEBIH BESAR.
Mungkin jiwa korsa ini seperti konsep ashabiyah-nya ibnu khaldun (1332-1406) dalam bukunya yang terkenal muqadimah yang diartikan sebagai rasa senasib sepenanggunngan, perasaan solidaritas, semangat kesatuan (korps), kesadaran kolektif dsb-nya.
Jiwa korsa yang kuat tidak mudah padam selama didalam korps. Di dalam jiwa korsa terkandung di dalamnya loyalitas, merasa ikut memiliki, merasa bertanggung jawab, ingin mengikuti pasang surut serta perkembangan korps-nya. Seorang yang memiliki jiwa korsa tinggi pasti penuh inisiatif, tetapi tahu akan kedudukan, wewenang dan tugas-tugasnya.
Jiwa korsa yang murni dan sejati akan menimbulkan sikap terbuka menerima saran dan kritik, tidak membela kesalahan tetapi justru mengusahakan sesuatu pada proporsi yang sebenarnya. Mau menegur atau memperbaiki sesama warga korps yang berbuat tidak baik dan bukan menutupi kesalahanya, dan berani mawas diri. Dan mengenai loyalitas perlu diartikan lebih luas disamping kepada korps, loyalitas mengandung pengertian pula bahwa apa yang diperbuat harus memberikan manfaat atau kebaikan dimanapun ia berada.

PERANAN JIWA KORSA
Jiwa korsa bukan hanya penting dikalangan militer saja, tetapi juga diorganisasi manapun. Jiwa korsa yang baik akan menciptakan disiplin ketertiban, moril dan motifasi, tentu saja juga akan meningkatkan ketrampilan profesinya, karena merasa malu apabila tidak mampu. Seorang anggota korps yang benar-benar memiliki jiwa korsa yang tinggi akan menunjukan penampilan yang gagah (tidak loyo dan merendahkan semangat), berani dan segala tingkah lakunya selalu terpuji, karena jiwa korsanya itu telah jadi stimulan untuk menjaga nama baik korpsnya. “ SEORANG YANG INGIN MEMPEROLEH PENGERTIAN YANG MENDALAM MENGENAI DASAR-DASAR ILMU MEDAN HARUS MENGERTI L’ESPRIT DE CORPS “ (VON CLAUSEWITZ). Jiwa korsalah yang menimbulkan semangat, keberanian dan tekad dlam menghadapi medan perang.

APA ARTI SEBENARNYA DARI KATA KORSA?
Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi ketiga (2008) tidak menyantumkan kata ini. Yang ada hanya korps, korsase dan korpus, dan memang dua di antaranya berkaitan makna dengan dunia solidaritas dan satuan kemiliteran. Apakah kata ini memang tidak familiar di kalangan dewan bahasa?
Dan ternyata baru ketemu korsa di Kamus Besar Tesaurus Indonesia (Pusat Bahasa Kemendiknas, 2008). Korsa ditulis sebagai satuan pemaknaan dengan lema dasar batalion. Beberapa kata yang semakna dengan korsa antara lain bala, pasukan, resimen, peleton, termasuk gerombolan.
Korsa = satuan pemaknaan dengan lema dasar batalion. Beberapa kata yang semakna dengan korsa antara lain bala, pasukan, resimen, peleton, termasuk gerombolan (Tesaurus Bahasa Indonesia 2008)
Secara umum, korsa diartikan sebagai kesamaan tujuan, rencana, sikap, kepedulian, perasaan dan tindakan kesetiakawanan yang terorganisasi secara sadar dan tidak, dalam balutan kesatuan. Karena belum tercatat dalam KBBI, korsa diterjemahkan ke dalam banyak arti sesuai konteks kesatuan dan keadaannya di sebuah lingkup sosial.
Militer termasuk TNI sejak zaman ABRI dulu sudah mengenal korsa sebagai singkatan dari KOMANDO SATU RASA. Namun akronimnya kemudian dikenal lebih popular ketimbang kepanjangannya itu sendiri.
Korsa = Komando Satu Rasa (dalam TNI Kopassus).
Di luar militer, ada berbagai macam bentuk istilah yang semakna dengan korsa. Sebut saja istilah siri’ na pacce dan abbulo sibatang yang sangat terkenal di kalangan masyarakat adat Sulawesi Selatan. Atau istilah wong/wong jowo yang dalam bahasa Jawa lama melekat sebagai konteks kebahasaan persatuan etnis tertentu. Orang-orang Padang dan Medan punya istilah korsa-nya juga dengan “anak rantau”, “urang minang/urang rantau”. Jerman dan Taiwan sering dengar istilah diaspora yang arah artinya kurang lebih sama.

MEMBINA JIWA KORSA

Jiwa korsa dapat timbul dari dalam maupun dari luar kesatuan sendiri, namun prosesnya perlu ditumbuhkan melalui pendidikan, kegiatan latihan, penyuluhan dan efektifnya komunikasi. Pengembangan kesadaran korps pada dasarnya saha menimbulkan kesatuan psikologis dan emosional yang memungkinkan timbulnya reaksi emosional yang wajar dan membuat individu bersedia mengorbankan kepentingan pribadinya demi kepentingan kolektif dan melakukan pekerjaan-pekerjaan tanpa diawasi. Membina jiwa korsa hakekatnya membina feeling karena ada sisi irasionalnya, tetapi perancangan rasional dan romantik. Kerasionalan tersebut untuk mencegah agar tidak tergelincir kedalam iklim romantisme (contoh nazi jerman dan fasis itali dsb.) jika membela dan menghormati dengan hikmat simbol misalnya, sebenarnya perbuatan irasional, sebab jika dirasionalkan maka yang dihormati hanya sepotong kain. Tetapi itu dilakukan sebagai sarana pembinaan semangat. Sejarah gemilang korps, benda-benda bersejarah, riwayat anggota yang mengesankan dan prestasi anggota dapat merupakan sarana pembina jiwa korsa. Disamping itu peranan tradisi-tradisi korps, pembinaan disiplin, penampilan-penampilan yang khas akan menumbuhkan jiwa korsa, sebaliknya terciptanya jiwa korsa yang tinggi akan meningkatkan disiplin, pengabdian dan kerja keras. Tidak boleh dilupakan pula lagu-lagu korps yang bersemangat dan semboyan-semboyan serta motto korps. Yang perlu ditekankan adalah didalam membangun jiwa korsa korps harus dijaga jangan sampai menuju chauvinisme. Jiwa korsa tidak bersifat tertutup seperti orang-orang chauvinisme tang tidak mau tahu sesuatu yang datang dari luar korpsnya. Orang-orang chauvinisme selalu berprasangka bahwa yang lain itu jelek dan hanya merekalah yang baik,yang jempolan, yang jagoan, sehingga tidak ada usaha mawas diri. Jika takabur, sombong, yang demikian itu akan menjadi benih kehancuran.
Untuk membina dan memelihara moral tinggi dan semangat korps, ada tulisan dari Dr. Willem A.cohen yang memesankan kepada atasanya:
"Beri kesempatan orang lain berprestasi, bersikap riang gembira, ketahuilah apa yang terjadi dan ambillah tindakan, berikan teladan pribadi, pertahankan integritas pribadi, binalah saling percaya, dan pusatkan perhatian pada sumbangan bukan perolehan pribadi dan doronglah setiap orang berbuat sama" .
Jiwa korsa sangatlah penting dan perlu dipelihara, namun harus secara wajar, tidak berlebihan, dan tidak dalam arti sempit. Dalam jiwa korsa harus diwaspadai bibit-bibit chauvinisme yang merupakan kecintaan atau solidaritas yang tidak proporsional. Pedoman yang perlu dimainkan atara lain “BERIKAN SEMUA YANG BISA KAU BERIKAN “ dan bukan “ DAPATKAN SEMUA YANG BISA KAU DAPAT “
Inilah sekilas tentang jiwa korsa yang sangat diharapkan tertanam dalam diri kita oleh beliau-beliau para senior kita di BPPK Kecamatan Grabag.

Sumber referensi:
  • http://bahasa.kompasiana.com/2013/04/05/korsa-dalam-pengertiannya-548149.html 
  • hasil wawancara dengan Ir.Nurhadi Abas 
  • berbagai sumber lain)






Bagi Petani/Kelompok yang ingin memperkenalkan/mempromosikan produk hasil pertaniannya di sini silakan klik di sini


BPPK Kecamatan Grabag

Alamat Kantor :

Jl. Telaga Bleder Km.2 Grabag, Magelang, Jawa Tengah

ADMIN BLOG

Contact person:

081392321084

http://bppgrabag.blogspot.com/
081392321084




Kamis, 05 September 2013

Kunjungan Kepala Dinas Peterikan Di Pengolahan Pakan Ternak Poktan Sumber Rejeki Desa Sugihmas

Kunjungan Kepala Dinas Peterikan ini bertujuan ingin melihat salah satu kegiatan yang  dilaksanakan di Poktan Sumber Rejeki yaitu kegiatan pembuatan pakan ternak. Menurut ketuanya Bapak Srianto, Produksi Pakan Ternak ini untuk membantu suplai kebutuhan ternak sapi sejumlah 40 ekor milik kelompok. Selain mendukung suplai kebutuhan ternak milik kelompok, jika ada kelebihannya pakan ternak ini di jual kepada para peternak yang ingin membelinya




Rabu, 04 September 2013

Panen Padi Mentik Wangi Organik di Desa Ngasinan

Salah satu kegiatan pertanian di desa Ngasinan adalah penanaman Padi Mentik Wangi. Pelaku penanaman ini adalah para petani yang dalam pelaksanaanya dibimbing oleh penyuluh pendamping desa Ngasinan.
































Bagi Petani/Kelompok yang ingin memperkenalkan/mempromosikan produk hasil pertaniannya di sini silakan menghubungi BPPK Kecamatan Grabag